Cuplikan Sloka Lontar Bratisasana ini mengajarkan bahwa musuh sejati bukanlah orang lain, melainkan emosi dalam diri sendiri. Kemarahan dapat merusak pikiran, ucapan, dan tindakan, bahkan menghancurkan kebajikan yang telah dibangun.
“Nasti krodasamo ripuh.”
Tidak ada musuh yang lebih berbahaya daripada kemarahan
Apa itu Lontar Bratisasana?
Bratisasana adalah lontar yang berisi tuntunan hidup seorang Wiku (rohaniawan) dalam tradisi Siwa Siddhanta, meliputi ajaran:
Yamabrata (pengendalian diri)
Niyamabrata (disiplin hidup)
Dasasila (etika utama kehidupan)
Namun sejatinya, ajaran ini relevan untuk semua orang, bukan hanya Wiku.
Sumber Naskah
Buku ini bersumber dari: Gedong Kirtya Singaraja Nomor 6375. Salah satu pusat pelestarian lontar terbesar di Bali.
Mengapa Kita Perlu Membacanya?
Karena di zaman sekarang:
-Banyak orang tahu mana benar, tapi sulit melakukannya
-Emosi lebih dominan daripada kebijaksanaan
-Nilai hidup mulai kehilangan arah
Bratisasana hadir sebagai pengingat:
Hidup benar dimulai dari mengendalikan diri sendiri
Penutup
Bukan dunia yang perlu diperbaiki terlebih dahulu,
tetapi diri kita sendiri.
Dapatkan Buku Lontar Bratisasana (Stok Terbatas)
Kawi Sastra Mandala
081315805512