Salah satu insiden paling penting dalam Mahabharata adalah percobaan pencopotan pakaian Drupadi. Selama permainan dadu, Duryodana dibantu oleh paman Sangkuni, membuat Yudhistira kehilangan segala nya. Kekayaan, kerajaan dan keempat saudara laki-lakinya - Bima, Arjuna, Nakula dan Sahadewa, semua dipertaruhkan. Ketika tak punya apa-apa lagi, lalu dia mempertaruhkan Drupadi, istrinya. Dan kalah juga.
Renungan Tentang Hukum Karma
Om Swastyastu,
Lalu Duryodana menyuruh adiknya yaitu Dursasana untuk mencopot pakaian Drupadi di depan khalayak ramai. Saat itu Drupadi berdoa pada Kresna agar menyelamatkan dirinya. Kresna, melalui kekuatannya, memastikan bahwa panjang kain Drupadi tak berakhir, sehingga Dursasana gagal mencopot pakaiannya. Dursasana menyerah karena lelah, sehingga Drupadi terselamatkan.
Kenapa Kresna menolong dengan cara ini ?
Beberapa waktu sebelum permainan dadu, Yudistira melaksanakan upacara peresmian ibu kota Indraprastha dan Krisna adalah salah satu tamu dimana Yudistira menghormatinya dengan mencuci kakinya, sesuai adat.
Penghormatan terhadap Kresna membuat Duryodana dan saudara-saudaranya marah, karena merasa mereka lebih tinggi dan harus dihormati terlebih dahulu. Yang paling vokal menyuarakan kemarahan adalah sepupu Kresna yaitu Sisupala.
Ada cerita menarik tentang Kresna dan Sisupala. Ketika Sisupala lahir, tubuhnya cacat dia memiliki empat tangan. Dikatakan oleh peramal bahwa, orang yang menyentuh dan membuat normal tubuhnya, juga akan membunuhnya nanti. Ketika Kresna yang saat itu masih anak-anak mengunjungi bibinya, dia menyentuh Sisupala yang ada di gendongan ibunya. Ketika disentuh, seketika Sisupala menjadi normal. Ibunya menjadi senang namun sekaligus terkejut, karena mengetahui Kresna yang akan membunuh anak nya di masa depan. Krishna dengan tenang memberi tahu bibinya bahwa dia akan memaafkan 100 dosa pertama Sisupala.
Dan pada kejadian peresmian Indraprastha, Sisupala berdiri di depan Kresna sambil terus menghina dia. Sesuai janjinya, Kresna memutuskan untuk mentolerir 100 penghinaan dari dia. Pada penghinaan ke-101, Dia akan memotong kepala Sisupala dengan Cakra Sudarsana yang terkenal. Ketika Sisupala mencapai 100 penghinaan, Krishna memperingatkannya bahwa dia akan terbunuh jika menghinanya lagi. Sisupala tidak mengindahkan dan Kresna terpaksa memotong kepalanya.
Penggunaan Cakra juga memiliki efek negatif pada Kresna. Itu memberikan luka di jari telunjuknya. Ketika darah mulai mengucur, temannya yaitu si Drupadi, dengan sigap merobek kainnya dan mengikatnya di jari Kresna yang terluka. Tergerak oleh begitu sigap Drupadi merobek kain untuk merawat luka, Krishna bersumpah untuk membalas kain yang dia ikat di jari Nya.
Oleh karena itu, ketika Drupadi berdoa kepada Kresna, karena Dursasana mencoba mencopot pakaiannya, Kresna datang dan menyelamatkannya dengan cara memperpanjang kain yang dikenakannya, dengan demikian Dia tetap setia pada janjinya.
Insiden ini secara tidak langsung menyoroti pentingnya Karma. Jika kita melakukan Karma yang baik, Tuhan akan datang untuk menyelamatkan Anda dalam situasi apa pun.
Demikianlah cuplikan cerita Sabha Parwa Mahabharata yang ternyata memiliki hikmah mendalam yang perlu kita renungkan.
Semoga bermanfaat.
Om Shanti, Shanti, Shanti
IBM Jaya Martha
Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan
PHDI DKI Jakarta