HUTANG PADA ORANG TUA

Ibu bapa guru pinaka dewata, yan tan bhakti ring ibu bapa, tan hana phala ring dharma, sira pinaka mula sariraning hurip.

Ibu bapa guru pinaka dewata,
yan tan bhakti ring ibu bapa,
tan hana phala ring dharma,
sira pinaka mula sariraning hurip.

RENUNGAN : LOTAR BRATISASANA
HUTANG PADA ORANG TUA

Ibu dan bapak adalah perwujudan dewa bagi anak.
Jika tidak berbakti kepada orang tua,
maka tidak ada hasil dari dharma yang dilakukan,
karena merekalah asal mula kehidupan kita.

(Lontar Bratisasana)

Om Swastyastu,

Tri Rna adalah salah satu ajaran agama Hindu. Tri artinya tiga dan Rna artinya hutang atau kewajiban, tiga hutang manusia yang harus di bayar selama masa hidupnya, yaitu Dewa Rna, Pitra Rna dan Rsi Rna, hutang pada Tuhan, hutang pada orang tua / leluhur dan hutang pada guru.

Dalam tulisan kali ini, akan dibahas salah satu hutang tersebut yaitu Pitra Rna. Pitra adalah kata jamak dari pitara yang berarti pendahulu, leluhur, termasuk orang tua kita saat ini. Kenapa kita harus membayar hutang kepada orang tua ?

Mereka adalah pasangan yang spesial dalam hidup setiap orang. Mereka membesarkan kita dan bahkan setelah semua pengorbanan yang mereka lakukan, ada juga orang yang memilih untuk mengabaikan orang tuanya dan melanjutkan hidup sendiri. Sekalipun demikian, orang tua mereka, tetap mencintai putra putrinya. Kenapa Hindu menekankan bahwa kita harus mengasihi orang tua ?

1. Kita ada, karena mereka

Ibu melahirkan dan ayah berusaha memastikan semua kebutuhan terpenuhi. Keduanya bahu membahu untuk merawat, mengasuh, menyediakan tempat tinggal, dan melindungi kita. Mereka rela mengorbankan kesenangan mereka sendiri, demi kebahagiaan dan kesejahteraan hidup anak-anaknya.

2. Mereka yang paling menyayangi kita

Teman datang dan pergi. Hubungan dengan teman bisa putus dan ada saatnya ditinggalkan sendirian. Tapi, orang tua selalu ada. Bahkan ketika kita telah mengabaikan mereka untuk sementara waktu sekalipun, mereka akan selalu ada dan menunggu di sana.

3. Mereka guru terbaik

Orang tua berusaha memberikan pendidikan terbaik, yang mereka bisa kepada anak-anaknya. Mereka menyampaikan pelajaran hidup yang berharga, dan pelajaran ini belum tentu diajarkan di sekolah. Meskipun beberapa hal yang mereka ajarkan dapat mengganggu kita, tetapi yakinlah, petuah mereka adalah harapan atau keinginan baik bagi anak-anaknya.

4. Mereka selalu memaafkan

Kita terkadang melakukan kesalahan dalam hidup, satu-satunya orang yang akan memaafkan dan mau menerima diri kita apa adanya, adalah orang tua. Tak ada yang lain.

Itu hanya sebagian kecil hal-hal yang menyebabkan kita harus berbakti dan membayar hutang kepada orang tua. Mari kita renungkan bersama filsafat Tri Rna khususnya Pitra Rna ini. Bukan hanya dengan melaksanakan Pitra Yadnya - ngaben nyekah di Graha Yadnya Cilincing - setelah mereka meninggal, tapi ingat dan sayang pada mereka, selagi mereka hidup di dunia.

Semoga Hyang Widhi memberi anugrah, sehingga kita mampu mencicil hutang kita, walau cinta mereka, tak pernah menuntut balas, karena cinta mereka luas, seluas samudera.

Om Shanti, Shanti, Shanti Om

IBM Jaya Martha
Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan
PHDI DKI Jakarta

Bagikan artikelWhatsApp