Dalam Adi Parwa, terdapat kisah yang sangat mengharukan: saat Dewi Kunti menghanyutkan bayi Karna ke sungai.
Om Swastyastu,
Ketika masih muda dan belum menikah, Kunti memperoleh mantra sakti dari Resi Durwasa. Mantra itu dapat memanggil para dewa untuk memberikan putra ilahi. Karena rasa penasaran, Kunti memanggil Dewa Surya. Sang dewa benar-benar datang dan menganugerahkan seorang bayi laki-laki bercahaya, lengkap dengan zirah dan anting suci sejak lahir.
Bayi itu adalah Karna.
Namun kebahagiaan itu berubah menjadi ketakutan. Pada masa itu, seorang gadis yang melahirkan anak di luar pernikahan akan menerima hinaan dan aib besar. Kunti berada dalam pergulatan batin yang sangat berat antara cinta seorang ibu dan rasa takut terhadap penilaian dunia.
Dengan hati hancur, ia memasukkan bayi kecil itu ke dalam keranjang. Ia mencium wajah putranya untuk terakhir kali, lalu menghanyutkannya ke sungai. Tidak ada yang tahu berapa banyak air mata yang jatuh malam itu.
Keranjang itu akhirnya ditemukan oleh Adhirata, seorang sais kereta kerajaan, dan istrinya Radha. Mereka merawat Karna dengan penuh kasih sayang.
Karna tumbuh menjadi kesatria besar, tetapi sepanjang hidupnya ia sering dihina karena dianggap anak kusir. Tidak seorang pun tahu bahwa dirinya sebenarnya putra Kunti dan saudara tertua para Pandawa.
Kisah ini menjadi sangat tragis karena semua penderitaan besar Mahabharata seolah berawal dari satu keputusan yang lahir karena ketakutan.
Kunti sebenarnya mencintai Karna. Namun ia kalah oleh tekanan dunia.
Dan Karna, anak yang dibuang ke sungai, justru tumbuh menjadi salah satu kesatria paling agung dalam Mahabharata.
Demikian salah satu cerita mengharukan dalam Adi Parwa, serial Mahabharata.
Om Shanti, Shanti, Shanti Om
IBM Jaya Martha
Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan
PHDI DKI Jakarta