LAW OF ATTRACTIONS

Law of Attraction sering dipahami sebagai gagasan bahwa apa yang terus kita pikirkan dan yakini akan memengaruhi kehidupan yang kita jalani. Namun, bukan berarti cukup membayangkan sesuatu…

Law of Attraction sering dipahami sebagai gagasan bahwa apa yang terus kita pikirkan dan yakini akan memengaruhi kehidupan yang kita jalani. Namun, bukan berarti cukup membayangkan sesuatu lalu alam semesta otomatis memberikannya.

Pikiran Menentukan Arah, Karma Mewujudkannya

“Uddhared atmanatmanam, natmanam avasadayet; atmaiva hy atmano bandhur, atmaiva ripur atmanah.”
“Hendaknya seseorang mengangkat dirinya oleh dirinya sendiri dan jangan merendahkan dirinya. Diri sendirilah sahabat bagi dirinya, dan diri sendiri pula dapat menjadi musuh bagi dirinya.”
— Bhagavad Gita VI.5, Bhisma Parwa

Om Swastyastu,

Dalam pandangan Hindu, pikiran adalah awal, tetapi karma adalah jalannya.

Apa yang kita pikirkan memengaruhi perhatian. Perhatian memengaruhi keputusan. Keputusan melahirkan tindakan. Tindakan yang dilakukan berulang menjadi kebiasaan, lalu membentuk karakter dan arah kehidupan.

Karena itu, berhati-hatilah dengan kalimat dalam diri sendiri:

“Aku tidak bisa.”
“Aku sudah terlambat.”
“Tidak mungkin berhasil.”

Lebih baik mengatakan: “Saya belum bisa, tetapi saya dapat belajar.”

Ada enam sikap yang dapat diambil dari gagasan Law of Attraction: tentukan apa yang kita inginkan, percaya bahwa perubahan mungkin, persiapkan diri, bayangkan tujuan dengan jelas, syukuri apa yang telah dimiliki, lalu bertindaklah.

Di sinilah ajaran Tri Kaya menjadi penting: pikiran yang baik harus diikuti ucapan dan perbuatan yang baik.

Ingin dipercaya? Jadilah dapat dipercaya.

Ingin hidup damai? Ciptakan kedamaian.

Ingin berhasil? Bangun kemampuan dan bekerja dengan disiplin.

Ingin memperoleh kesempatan besar? Jadilah pribadi yang siap ketika kesempatan itu datang.

Jadi, Law of Attraction bukan sekadar menarik apa yang kita inginkan, melainkan membentuk diri menjadi manusia yang pantas menerimanya.

Bermimpilah. Berdoalah. Percayalah. Bersyukurlah. Persiapkan diri. Lalu bekerjalah.

Sebab pikiran menunjukkan arah, tetapi karma membuat kita benar-benar sampai ke tujuan.

Om Santi, Santi, Santi Om

Bagikan artikelWhatsApp