Renungan Dharma : Dwijendra Tattwa

Bhagavad Gita 4.8 mengajarkan: Tuhan hadir dari zaman ke zaman untuk melindungi orang baik, melemahkan adharma, dan menegakkan kembali Dharma.

Bhagavad Gita 4.8 mengajarkan: Tuhan hadir dari zaman ke zaman untuk melindungi orang baik, melemahkan adharma, dan menegakkan kembali Dharma.

Om Swastyastu,

Makna ini terasa hidup dalam Buku Dwijendra Tattwa. Ketika Jawa mengalami perubahan besar dan Majapahit mulai surut, Danghyang Dwijendra melakukan perjalanan ke Bali bukan sekadar sebagai pendeta pengembara, tetapi sebagai pembawa cahaya Dharma. Dalam naskah disebutkan bahwa ketika Dalem Waturenggong belum sungguh-sungguh berguru kepada Empu Dwijendra, Bhatara Mahadewa turun dari Gunung Agung dan bersabda bahwa bila Dalem tidak berguru kepada Empu Dwijendra, maka negeri akan kacau, penyakit menyebar, musuh bertambah, dan jagat tidak tenteram.

Bagian itu memperlihatkan bahwa kehadiran Danghyang Dwijendra dipahami sebagai anugerah Hyang Widhi untuk menjaga Bali. Beliau menata pura, menguatkan kepanditaan, mengajarkan tattwa, menyusun sasana, memberi tuntunan kepada raja, serta menanamkan dasar kehidupan Hindu yang masih kita warisi sampai hari ini.

Karena itu, umat Hindu Bali patut meyakini bahwa keberlangsungan agama dan budaya Hindu bukan terjadi dengan sendirinya. Ada tapa, yadnya, perjalanan suci, dan pengorbanan para maharsi. Danghyang Dwijendra adalah salah satu utusan Dharma yang memperkuat kembali Hindu di Bali, sehingga sampai kini kita masih dapat sembahyang di pura, melaksanakan yadnya, memegang sasana, dan hidup dalam warisan suci leluhur.

Semoga lestari budaya Bali.

Om Santi, Santi, Santi Om

IBM Jaya Martha
Wakil Ketua Bidang Pendidikan & Kebudayaan
PHDI DKI Jakarta

Bagikan artikelWhatsApp