Lempir 1b. Avighnamastu. Wwantĕn Dharma Putus kinubdhanira Sang Puruṣa winuwi tan sakong lĕkas, rĕngwan dĕnira wang-uttama mangunggiri karĕgĕpaning nirāśra ya, apan tan saka ring kriyāgama samādhi tinaki taki tang ka - paṇḍitan, anghing byakta jugeka nispreha Bhaṭāra sinamaya sujāti nir- mmala. Sang lwīr mangkana tan kĕpĕng suka viśeṣa dana kenaka rātne sampaya, mwang stri bhojana sāmpahā puji puji tan-agīrang-i pakon ya tan vival, tan metwĕng ikang-ārcca lingga ngumiwĕh tanumadha ri sapo- lahiṅ sarāt, tan sākeṅ ngawarah-iṅ guru ri bapa manggĕh-ira juga viśeṣa nisprabha.
Om Swastyastu,
Bait lontar Dharma Putus koleksi Gedong Kertiya Singaraja di atas, mungkin bisa diterjemahkan sebagai berikut :
Ada ajaran Dharma Putus yang dihimpun oleh Sang Puruṣa, disampaikan tanpa kekurangan sedikit pun. Hal itu didengar oleh orang utama yang telah mencapai keteguhan tanpa sandaran.
Sebab hal itu bukan berasal dari kriyā (ritual), bukan dari agama formal, bukan pula dari samādhi yang diperdebatkan oleh para paṇḍita. Melainkan nyata adanya: Sang Bhaṭāra yang tanpa keterikatan, sesuai dengan hakikat sejatinya, murni tanpa noda.
Orang yang demikian itu tidak terpikat oleh kesenangan istimewa, harta, atau kekayaan dunia. Demikian pula tidak terikat pada wanita, makanan, maupun pujian; tidak tergoyahkan oleh perintah atau pengaruh apa pun.
Tidak bergantung pada arca maupun lingga, tidak pula melekat pada segala perilaku dunia. Bukan pula semata-mata karena ajaran guru atau orang tua, tetapi karena dirinya sendiri telah teguh dalam keadaan tanpa pamrih (nisprabha).
Ulasan – Mempermudah Pemahaman
1. Dharma Putus = Pemutusan Keterikatan
“Dharma Putus” di sini bukan berarti meninggalkan dharma, tetapi memutus semua ikatan batin yang membuat kesadaran terikat.
2. Bukan Jalan Ritual atau Debat
Teks ini sangat tegas:
-bukan dari kriyā (upacara)
-bukan dari agama formal
-bukan dari diskusi atau perdebatan spiritual
Artinya: ini adalah pengalaman langsung, bukan teori.
3. Nispreha (Tanpa Ketertarikan)
Ciri utama:
-tidak tertarik harta
-tidak tergantung pujian
-tidak melekat pada kenikmatan
Contoh kehidupan saat ini :
-tidak terpancing validasi sosial (like, komentar, status)
-tidak terikat citra diri atau gengsi
4. Tidak Bergantung Simbol
Kalimat: “tan metwĕng ikang ārcca lingga”
Artinya:
-tidak bergantung pada simbol luar (arca, lingga)
-bukan berarti menolak, tapi tidak tergantung
Ini tahap internalisasi spiritual.
5. Melampaui Guru (dalam arti tertentu)
Kalimat:
“tan sākeṅ ngawarah iṅ guru ri bapa…”
Maknanya:
bukan karena dia tidak menghormati guru, tetapi karena sudah menyatu dengan ajaran itu sendiri.
Guru sudah menjadi hidup di dalam dirinya.
6. Nisprabha = Tanpa Pamrih / Tanpa Ego
Ini inti paling penting:
-tidak mencari hasil
-tidak mencari pengakuan
-tidak mencari “menjadi sesuatu”
Inti Ajaran (Ringkas)
Dharma Putus adalah keadaan ketika seseorang tidak lagi bergantung pada apa pun—
baik dunia, ritual, simbol, maupun konsep— dan berdiri teguh dalam kesadaran yang murni.
Jika ada kekurangan mohon dapat dimaafkan.
Semoga bermanfaat.
Om Shanti, Shanti, Shanti Om
Kelapa Gading, 31 Maret 2026
IBM Jaya Martha
Wakil Ketua Bidang Pendidikan & Budaya
PHDI DKI Jakarta