Sabha Parwa – Drupadi di Balairung

Maka Duryodhana bersabda kepada Duhsasana: ‘Bawalah Draupadi ke balairung ini! Ia kini adalah milik kami.’

Maka Duryodhana bersabda kepada Duhsasana:
‘Bawalah Draupadi ke balairung ini! Ia kini adalah milik kami.’

Sanjaya berkata:

“Ketika Yudhishthira telah kalah dalam permainan dadu, dan segala yang dimilikinya telah dipertaruhkan—kerajaan, saudara-saudaranya, bahkan dirinya sendiri—akhirnya ia pun mempertaruhkan Draupadi.

Duhsasana pun pergi, dan dengan kasar menyeret Draupadi yang sedang berada dalam kamar, tanpa mempedulikan kehormatannya.

Draupadi berkata:
‘Apakah seorang istri dapat dipertaruhkan oleh suami yang telah kehilangan dirinya sendiri? Tanyakan dahulu itu kepada para tetua di sabha ini!’

Namun tak seorang pun menjawab.

Maka Duhsasana, dengan hati kejam, mencoba menanggalkan kain yang dikenakan Draupadi di hadapan seluruh raja dan ksatria.

Draupadi pun berseru dalam hati:
‘Wahai Kresna, pelindung segala makhluk, lindungilah aku!’

Dan keajaiban pun terjadi.

Kain yang dikenakan Draupadi tidak pernah habis. Semakin ditarik, semakin bertambah. Duhsasana menjadi letih, namun kain itu tak berkesudahan.

Para hadirin pun terdiam. Ada yang menunduk, ada yang gemetar, dan ada yang tersadar—bahwa Dharma telah diinjak di hadapan mereka.”

Peristiwa ini bukan sekadar kisah penghinaan seorang wanita…

Ini adalah titik di mana Dharma diuji dalam keheningan para bijak.

Siapa yang salah?
Bukan hanya yang berbuat… tapi juga yang diam saat kebenaran diinjak.

Dalam Sabha Parwa, Anda tidak hanya membaca cerita—
Anda diajak masuk ke dalam konflik moral paling dalam dalam Mahabharata.

📖 Dialog lengkap, utuh, dan mengalir
📖 Alih bahasa dari karya klasik Kisari Mohan Ganguli
📖 Disusun agar mudah dipahami namun tetap setia pada sumber

Karena kadang…
yang kita butuhkan bukan sekadar cerita,
tetapi cermin untuk melihat diri sendiri.

Bagikan artikelWhatsApp