Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan

Lontar Siwa Sasana menggambarkan pribadi yang layak dididik sebagai manusia yang lahir dalam kebaikan, memiliki kecerdasan, jujur dalam ucapan, berbudi luhur, teguh hati, berbhakti,…

Lontar Siwa Sasana menggambarkan pribadi yang layak dididik sebagai manusia yang lahir dalam kebaikan, memiliki kecerdasan, jujur dalam ucapan, berbudi luhur, teguh hati, berbhakti, mencintai dharma, dan sanggup menjalani disiplin hidup. Kutipan ini memberi pesan penting bagi orang tua: anak bukan hanya perlu dibesarkan raganya, tetapi juga dibangun watak dan masa depannya.

Tulisan dalam rangka hari anak nasional 2026

“Punya janma, maha prajna, satya wak, sadhu silawan, sthira dhairrya...”

Om Swasyastu,

Menyayangi anak bukan sekadar memberi makan, pakaian, sekolah, atau memenuhi keinginannya. Kasih sayang yang sejati adalah perlindungan yang disertai arah. Anak perlu dilindungi dari kekerasan, pergaulan yang merusak, kecanduan gawai, kebiasaan boros, ucapan kasar, dan lingkungan yang melemahkan karakter. Tetapi perlindungan juga tidak boleh berubah menjadi kurungan. Anak tetap perlu belajar mandiri, memilih, bertanggung jawab, dan berani menghadapi kehidupan.

Orang tua adalah guru pertama. Dari rumah, anak belajar apakah kejujuran itu penting, apakah kerja keras itu mulia, apakah sembahyang dan dharma hanya ucapan atau benar-benar dijalani. Anak lebih banyak meniru daripada mendengar nasihat. Karena itu, masa depan anak dibangun bukan hanya dengan biaya pendidikan, tetapi dengan teladan sehari-hari.

Dalam Mahabharata, terutama Wana Parwa, para Pandawa ditempa oleh kesulitan. Mereka kehilangan kerajaan dan hidup di hutan, tetapi penderitaan itu justru membentuk kesabaran, pengendalian diri, dan kebijaksanaan. Ini menjadi pelajaran bagi orang tua: jangan hanya menyiapkan anak untuk hidup nyaman, tetapi siapkan mereka agar kuat ketika hidup tidak mudah.

Sayang anak berarti memberi bekal lahir dan batin. Ajari mereka belajar, bekerja, menghormati orang tua, menjaga ucapan, mengendalikan keinginan, dan mencintai kebenaran. Berikan kasih, tetapi juga disiplin. Berikan kelembutan, tetapi juga batas. Berikan harapan, tetapi juga keberanian untuk berjuang.

Anak adalah masa depan keluarga dan masyarakat. Bila sejak kecil mereka ditanamkan dharma, kejujuran, keberanian, dan kasih sayang, maka mereka tidak hanya menjadi anak yang berhasil, tetapi juga manusia yang berguna.

Maka sayangilah anak dengan bijaksana. Lindungi hari ini, bangun karakternya, dan siapkan masa depannya.

Semoga bermanfaat.

Om Santi, Santi, Santi Om

IBM Jaya Martha

Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan
PHDI DKI Jakarta

Bagikan artikelWhatsApp