Tetap Melangkah dalam Panggilan Hidup

Tidak semua pekerjaan yang baik akan segera dipahami oleh orang lain. Ketika langkah kita diprotes, diragukan, atau dikritik, hati mudah menjadi sedih dan kehilangan keyakinan. Namun,…

Tidak semua pekerjaan yang baik akan segera dipahami oleh orang lain. Ketika langkah kita diprotes, diragukan, atau dikritik, hati mudah menjadi sedih dan kehilangan keyakinan. Namun, penilaian manusia tidak selalu menentukan benar atau salahnya jalan yang sedang kita tempuh.

Tetap Melangkah dalam Panggilan Hidup

Om Swastyastu,

Kritik tetap perlu didengar, bukan untuk mematahkan semangat, melainkan untuk menyempurnakan langkah. Kita perlu membedakan antara nasihat yang menunjukkan kekurangan nyata dan pendapat yang muncul karena orang lain belum memahami tujuan hidup kita. Jangan menolak koreksi, tetapi jangan pula menyerahkan kemudi kehidupan kepada suara di luar diri.

Pekerjaan yang sejati seringkali berkaitan erat dengan jati diri. Ia bukan semata-mata cara memperoleh penghasilan, tetapi jalan untuk menggunakan pengalaman, kemampuan, dan nilai-nilai yang telah Hyang Widhi tanamkan dalam diri kita. Karena itu, keberhasilan tidak hanya diukur dari keuntungan materi, melainkan juga dari manfaat yang ditinggalkan bagi orang lain.

PetunjukNya tidak selalu datang sebagai jawaban yang lengkap. Kadang-kadang, petunjuk hadir sebagai kekuatan untuk tetap melangkah. Doa perlu disertai kerja, keyakinan perlu disertai perencanaan, dan cita-cita perlu diwujudkan melalui tindakan yang tekun.

Jangan menunggu semua orang menyetujui perjalanan kita. Lanjutkan pekerjaan yang benar, perbaiki yang masih kurang, dan lakukan dengan hati gembira. Sebab pada akhirnya, buah dari setiap pilihan akan kembali kepada diri sendiri. Kesuksesan tumbuh dari ketekunan menjalankan panggilan hidup dengan penuh tanggung jawab.

Semoga renungan terkait secuplik pengalaman hidup ini, dapat bermanfaat bagi pembaca.

Om Santi, Santi, Santi Om

IBM Jaya Martha

Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan
PHDI DKI Jakarta

Bagikan artikelWhatsApp